Aku sedang menempatkan diri pada tepian hidup,,berasa tak ada lagi yg nyata selain mentari yang dengan malu menunjukkan teriknya. Apakah ini suatu keputus asaan.....???
Tentu tidak,,tubuhku hanya belum mau maju dan kembali bangkit d’alam kebebasannya. Masih slalu mencoba mencari ilmu dasar tentang hidup, hingga aku akan tahu seberapa besar kemampuan yg masih aku simpan di diriku....
Terkadang untuk memenuhi kepuasan batin sendiri aku belum mampu, hanya dengan rasa tak berdosa mambiarakan semua yang ada pada diriku membisu. Entah apa yg orang pikirkan,,aku hanya mencoba acuh dengan semua itu, karna aku mau hidup tanpa tuntutan yg sama skali belum mampu aku penuhi. Andai dapat menyusun sendiri skenario hidup, aku pasti akan memilih cerita terbaik, demikian pula dengan orang2 sekitarku. Namun, aku yg terlahir sebagai manusia biasa tak punya kemampuan untuk itu. Manusia hebat sekalipun tak akan mampu....
Pernah terpikir untuk menempatkan diri pada satu objek, anggap saja sebagai pelampiasan. Tapi itu hanya sekedar siratan hati yg tak mau aku wujudkan. Aku tak mau mendapat cap kesempurnaan atas dasar kecerobohan yg aku lakukan. Tampak indah di hadapan orang2, tapi aku sendiri buta akan keindahan itu.
Ibarat musik,,,,,
aku ingin berjalan pelan seiring irama yg ada. Terus berjalan mencari nada yang sesuai, hingga aku berada pada nada paling tinggi dan aku akan bernyanyi dengan syairku sendiri.
Hmmm,,,tentu butuh banyak rintangan untuk mencapai taraf itu.
Aku hanya mencoba yakin dan berusaha dengan puing2 semangad yang aku punya. Dan pada akhirnya aku akan menyaksikan sendiri garisan senyum wajahku kembali terukir.
Ketika senyum itu kembali hadir, diriku yang paling paham seberapa besar kepuasaan yg aku capai. Dalam bentuk tak berwujud aku akan bersorak dan memeluk diriku sendiri dengan erat. Dalam waktu singkat berusaha sekuat mungkin menyatukan hati dan pikiran untuk merasakan kebahagiaan bersama.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar